Blesstea juga menyiapkan berbagai fasilitas menarik untuk mereka yang bermitra dengan Blesstea. Tertarik dengan ini ? Silakan klik di sini.
Segala produk dari kebaikan teh kami hadirkan untuk Anda. Ingin memesan, klik di sini.
KHABAR BURUK DAN BAIK COVID 19
Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pandemi COVID 19 bakal menjadi endemik baru. Artinya Corona akan sama dengan infuenza, DBD, malaria atau lainnya. Lebih dari 100 vaksin potensial dikembangkan, tetapi sulit menemukan vaksin yang efektif terhadap virus corona. Karenanya para ahli mulai fokus ke obat, termasuk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang saat ini sedang mengembangkan potensi ekstrak daun ketepeng badak dan benalu untuk mengambil senyawa kaempferol, aloe-emodin, quercitrin dan quercetin.
Kaempferol mampu menghambat pertumbuhan COVID-19 dalam berbagai riset yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah. Bila vitamin C memiliki aktivitas antioksidan 1, maka quercetin memiliki aktivitas antioksidan 4,7. Quercetin mampu menghambat pertumbuhan virus SARS (yang 96% identik dengan COVID-19) dan diujicobakan di Gwangjou dan Korea untuk Coronavirus
Sementara itu, peneliti bidang farmasi di LIPI, menuturkan bahwa beberapa studi pendahuluan telah menguji kombinasi agen potensial yang umum digunakan untuk pasien HIV untuk digunakan pada pasien COVID-19. Khabar baiknya:
Ternyata senyawa kaempferol dan quercetin merupakan zat aktif flavanoid yang terkandung dalam teh hitam. Sudah teruji secara ilmiah maupun testimoni selama ini. Sehingga teh hitam berpotensi menjadi obat COVID-19.
Menyinggung penggunaan agen potensial pada pasien HIV, maka teh hitam dalamJournal of Allergy and Clinical Immunologymenunjukan bahwa EGCG dalam teh dapat mencegah pertumbuhan virus HIV. Dan yang terbaru penelitian Dr. Adius Kusnan, M.Kes pada 70 pasien HIV bahwa secara signifikan teaflavin dalam teh hitam dapat merangsang produksi sel-T yang bertugas menjaga kekebalan tubuh.
Obat Covid-19 harus memiliki 3 kategori sesuai tahapannya, yakni obat untuk menghambat masuknya virus, obat untuk menghambat replika virus dan obat untuk mengatasi kerusakan jaringan akibat infeksi virus. Dan jika kita merujuk pada kemampuan ganda teh hitam berdasarkan hasil riset dan testimoni selama ini, maka bisa dijelaskan sebagai berikut:
Untuk menghambat masuknya virus dibutuhkan sistem imun tubuh yang kuat dan stabil. Dari Pusat Penelitian Anti-Oksidan di London, menyatakan kekuatan antioksidan teh 100 kali Vit. C dan 25 kali Vit. E dan 2 cangkir teh setara dengan 7 gelas jus jeruk dan 20 gelas jus apel. Demikian juga dalam riset Dr. Dadan Rohdiana bahwa teh hitam berpotensi sebagai immunomodulator(obat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh). Juga hasil penelitian Dr. Adius Kusnan.
Untuk menghambat replika virus dibutuhkan obat yang bisa memblokir kerja virus. Untuk ini teh hitam punya senyawa unggulan kaempferol dan quercetin, EGCG (Epigallokatekin galat) dan theaflavin.
Untuk mengatasi kerusakan jaringan akibat infeksi virus dibutuhkan obat peredam inflamasi/ peradangan dan menyembuhkan. Polifenol, flavanoid dan senyawa bioaktif lain teh hitam berdasarkan riset dan testimoni dapat memulihkan, memperbaiki dan membangun kembali sel – jaringan yang rusak.
Jika mengacu pada New Normal, maka hidup bersahabat dengan COVID-19 akan menjadi penting ditemani dengan Teh Hitam sebagai suguhan minuman hangat di pagi hari, siang, sore dan malam hari. Atau dengan apa yang sudah kita yakini bisa dijadikan obat COVID-19 namun harus pastikan sudah teruji/diteliti agar diketahui pengaruhnya positif dan negatifnya karena menyangkut kesehatan dan keselamatan hidup kita sekarang dan akan datang.
Terakhir, mari kita sama-sama memanjatkan Do’a semoga wabah ini cepat berlalu sambil berusaha terus mengamankan diri kita, keluarga dan bangsa ini dari ancaman COVID-19 karena Do’a saja belum cukup. Perlu disertai ikhtiar agar hasilnya memuaskan.
Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan sisi lain kekuatan Teh Hitam, apalagi teh merupakan salah satu kekayaan bangsa kita yang masyarakatknya sejak dulu sudah dikenal akrab dengan minum teh.
By * Ihwan Abdul Hasan *
Daftar Member
Sahabat mitra BlessTea, selain mendapatkan harga khusus, juga keuntungan finansial, berbagai reward dan pelatihan pengembangan diri baik offline maupun online. Daftar sekarang
Sejarah mencatat bahwa teh telah diminum oleh manusia lebih dari 5.000 tahun lalu. Kini, lebih dari 3,5 milyar cangkir teh diminum setiap hari di seluruh dunia. Teh dikonsumsi setiap hari karena berbagai manfaatnya untuk kesehatan. Bahkan teh hitam Indonesia menempati urutan ke-3 terbaik di dunia! Kini kami sajikan kepada anda Teh Hitam Blesstea. MENGAPA TEH …
Situs resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan ekstrak daun ketepeng badak dan benalu sebagai antivirus Covid-19. Dalam penelitiannya, LIPI menggandeng Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Kyoto University, Jepang. Kepala Pusat Penelitian Kimia Yenny Meliana menerangkan, daun ketepeng badak atau Cassia alatac dan benalu (Dendrophthoe sp) mengandung senyawa aktif antivirus. “Senyawa yang dapat …